Saatnya Menjadi Pemuda Muslim Tangguh dan
Berkualitas
Oleh : PAUZI*
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ
الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ
الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus
kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan
manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
(Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
( Q.s. Ar-Rum:30 ).
Baru saja negeri ini memperingati
peristiwa bersejarah “Hari Sumpah Pemuda” tepatnya 28 Oktober 2011,
sedikit-banyaknya nilai-nilai yang terkandung di dalamnya cukup berbekas
dalam jiwa para pemuda/i penghuni bumi pertiwi. Namun ada satu hal
yang berbeda, pada zaman perjuangan dahulu tepatnya 28 Mei 1928 (
Kongres Pemuda). Janji para pemuda/i terbaik negeri di kumandangkan
bukan hanya ceremonial atau pemanis semu saja namun untuk berjuang
mempersatukan semangat pemuda Indonesia demi tercapainya cita-cita luhur
para pejuang bangsa. Berbeda dengan akhir-akhir ini, Sudah berkali-kali
bangsa ini memperingati Hari Sumpah Pemuda tapi ternyata itu masih
lebih sebatas ceremonial semata.
Adakah kita tahu bahwa sejarah ini
adalah awal pergerakan para pemuda dalam menegakkan keadilan dan
mempertahankan bumi pertiwi ? Setidaknya hakekat sejarah ini terus
menapaki jiwa- jiwa pemuda tangguh negeri ini.
“Pemuda adalah harapan, harapan masa
depan penentu arah negeri.” Sebuah syair yang tertulis dalam kumpulan
sajak puisi yang maknawi memberikan pengharapan besar dalam jiwa pemuda.
“Berikan aku 10 orang pemuda maka dengan itu aku akan menggoncang
dunia,” (Ir.Soekarno). Inilah kata yang terucap dari lisan pemimpin
besar bangsa ini yang menyatakan bahwa betapa besarnya peran pemuda
dalam melanjutkan perjuangan negeri ini.
Ada sebuah pepatah yang berbunyi,
“Negara yang tangguh salah satunya bisa dilihat dari sosok pemudanya.”
Bahkan Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa pemuda adalah salah satu dari
lima pilar yang dibutuhkan untuk membangun negara tangguh selain
pemimpin yang adil, ulama, wanita solehah, dan ummat yang baik.
Seharusnya, kita sebagai pemuda/i Islam merasa tersanjung dengan hal
tersebut kemudian berusaha melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya.
Tapi, mungkin saja, ada beberapa dari kita merasa bingung, tidak puas
dan bertanya, “Kenapa harus pemuda?”. Jawabannya cukup sederhana, karena
pemuda adalah kumpulan anak-anak muda dengan semangat besar, daya serap
dan pikir yang cepat juga fisik yang masih prima. Karena peranan pemuda
yang strategis itulah, Soekarno sampai berani mengatakan sesuatu yang
masih dikenang dunia hingga sekarang, “Berikan kepadaku 1000 orang tua,
aku sanggup mencabut Semeru dari uratnya. Tapi, berikan kepadaku 10
pemuda maka aku sanggup menggoncangkan dunia.”
Pertanyaannya sekarang adalah, “Pemuda
seperti apa yang bisa menggoncangkan dunia dan menjadi pilar negara?”.
Tentu saja jawabannya bukan pemuda yang suka menghabiskan waktunya
dengan bersantai-santai, pasif, dan tidak mempunyai kesungguhan untuk
terus berkarya bagi ummat. Pemuda yang dimaksud haruslah pemuda yang
berkualitas. Ia haruslah seorang yang dinamis, aktif berkarya membuat
perubahan, kreatif, revolusioner dan yang tidak kalah penting adalah
beriman dan bertakwa.
Dinamis, karena kehidupan ini tidak
selamanya berada di atas, bisa saja ia meluncur ke titik terbawah dalam
hidup. Oleh karena itu, pemuda yang dinamis, peka dalam menyikapi
perubahan, akan sanggup bertahan daripada mereka yang tidak peka dalam
menyikapi perubahan. Aktif berkarya dalam membuat perubahan lebih baik
daripada terus berdiam diri menunggu seseorang merubah keadaan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri… (QS 13:
11)”. Pemuda yang kreatif akan mempunyai banyak solusi dalam menghadapi
setiap permasalahan. Pemuda pun harus siap menjalankan perannya sebagai
seseorang yang revolusioner, menjadi agen peubah masyarakat dari tidak
baik menjadi baik dan dari kurang baik menjadi lebih baik. Akan menjadi
sesuatu yang lengkap jika pemuda tersebut juga mempunyai keimanan,
ketakwaan, akidah, ibadah, dan akhlak yang baik sehingga bisa menjadi
teladan bagi yang lainnya.
Mungkin menjadi pertanyaan besar
bagaimana caranya untuk menjadi Pemuda/i Islam yang tangguh dan
berkualitas yang nantinya mampu membela ummat , menegakkan yang ma’ruf ,
dan memerangi yang munkar. Untuk mewujudkannya, ada empat hal yang
harus diperhatikan, yaitu hati nurani (spiritual intelligence), emosi
(emotional intelligence), akal (intellectual intelligence), dan fisik.
Menurut As-Syahiid Hasan Al-Banna hal-hal tersebut dapat dimaksimalkan
melalui perbaikan jiwa. Perbaikan jiwa dapat dilakukan melalui
pendidikan dan pembinaan. Rajin menambah ilmu dengan mengikuti kajian,
seminar, mentoring atau training; melakukan introspeksi diri;
melembutkan hati dengan banyak berdoa merupakan cara-cara yang dapat
ditempuh untuk mendidik dan membina jiwa. Setelah ilmu didapat, hal
berikutnya yang dapat dilakukan adalah menumbuhkan semangat dan
kesungguhan untuk mengimplementasikannya dalam amalan nyata. Tetap
memotivasi diri akan karunia bagi para penuntut ilmu.
” … Allah akan meninggikan orang-orang
yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat …” [Al-Mujaadilah : 11][2].
Dalam hadist qudshi , Rasulullah SAW
bersabda :” Mereka orang-orang yang memperbaiki apa yang telah di rusak
oleh manusia dari Sunnah-Sunnahku sepeninggalku”.Aku katakan : “Kami
telah mengalami zaman itu, lalu kami mulai membangun sebuah pengaruh
yang baik bagi dakwah yang di lakukan oleh mereka para ghuraba
[orang-orang asing], dengan tujuan mengadakan perbaikan ditengah barisan
para pemuda mukmin. Sehingga kami jumpai bahwa para pemuda beristiqomah
dalam kesungguhan di berbagai negeri muslim, giat dalam berpegang teguh
pada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
tatkala mengetahui keshahihannya”.
Dengan semangat kepemudaan keadaan
seperti inilah yang harus kita wujudkan dan sudah barang tentu
menjadi tanggung jawab Pemuda/i muslim negeri ini menegakkan keadilan
dan agama Allah dengan metode yang baik.
Jika semua pemuda Islam di Indonesia
bertekad untuk menjadi pemuda tangguh dan berkualitas, impian akan
kejayaan Islam dan ketangguhan negara Indonesia nantinya, besar
kemungkinan akan terwujud. Karena di hadapan kita – bisa jadi – akan
muncul lagi pemuda-pemuda tangguh yang mengikuti jejak Abu Bakar, Ali
bin Abi Thalib, Mus’ab bin Umair; pemuda Yahya Ayyash, Imad Aqdil,
Izzudin Al Qasam, dan mujahid-mujahid muda Palestina lainnya. Dengan
demikian, cita-cita untuk menjadi orang yang paling berguna bagi negeri
ini juga sudah bukan lagi kata-kata tanpa arti, bukan lagi impian yang
tidak tau kapan akan berakhir, tapi sebuah impian yang bisa diwujudkan
menjadi kenyataan manis.
Semoga Allah meridhai segala usaha yang telah kita lakukan….Wallahu A’lam bis shawab……………
.
*Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat 2010,Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor
sumber: http://pauzi1991.wordpress.com/saatnya-menjadi-pemuda-muslim-tangguh-dan-berkualitas/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar